Terkini
Grand Final Bagus Dyah Cilik Kabupaten Magetan 2026 Apresiasi Calon Generasi Unggul, Voting Favorit Bersama Kreen Indonesia Malam Puncak Queen Culture Indonesia & Little Queen Indonesia 2026 Tampilkan Budaya dan Bakat Terbaik, Dukungan Favorit Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Miss Batik Mahakarya 2026 Rayakan Pesona Batik dan Budaya Nusantara, Grand Final Berlangsung Meriah Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Semangat Generasi Muda di Panggung Grand Final Bujang Dara Lamandau 2026, Masyarakat Beri Dukungan Favorit Bersama Kreen Indonesia Profil Mia Dio, Miss Universe Kuba 2026 yang Inspiratif Jadwal Miss Charm 2026 di Vietnam, Gisela Siap Berlaga Afrizal Syafa dan Gischa Zayana, Dua Gaya Atlet Boccia Indonesia Grand Final Regem & Regina Foreign Language 2026 Rayakan Talenta Bahasa dan Budaya, Voting Favorit Hadir Bersama Kreen Indonesia Grand Final Bagus Dyah Cilik Kabupaten Magetan 2026 Apresiasi Calon Generasi Unggul, Voting Favorit Bersama Kreen Indonesia Malam Puncak Queen Culture Indonesia & Little Queen Indonesia 2026 Tampilkan Budaya dan Bakat Terbaik, Dukungan Favorit Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Miss Batik Mahakarya 2026 Rayakan Pesona Batik dan Budaya Nusantara, Grand Final Berlangsung Meriah Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Semangat Generasi Muda di Panggung Grand Final Bujang Dara Lamandau 2026, Masyarakat Beri Dukungan Favorit Bersama Kreen Indonesia Profil Mia Dio, Miss Universe Kuba 2026 yang Inspiratif Jadwal Miss Charm 2026 di Vietnam, Gisela Siap Berlaga Afrizal Syafa dan Gischa Zayana, Dua Gaya Atlet Boccia Indonesia Grand Final Regem & Regina Foreign Language 2026 Rayakan Talenta Bahasa dan Budaya, Voting Favorit Hadir Bersama Kreen Indonesia
Kreen Media
Sport

Nurfendi Persembahkan Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025

K
Kreen Media
20 July 2026 1 menit baca
Nurfendi Persembahkan Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025

Nurfendi Persembahkan Emas Pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025, Awali Langkah Gemilang Para Balap Sepeda

Indonesia membuka perburuan medali di ASEAN Para Games 2025 dengan cara yang manis. Atlet para balap sepeda Nurfendi sukses mempersembahkan medali emas pertama bagi kontingen Merah Putih melalui nomor Men's Time Trial B (Blind/MB2) di Nakhon Ratchasima, Thailand. Kemenangan tersebut bukan hanya menjadi awal sempurna bagi Indonesia, tetapi juga membuktikan kualitas para atlet balap sepeda Tanah Air di level Asia Tenggara.

Nurfendi tampil bersama pilot Mufti Fadilah Salma, pasangan yang baru dipadukan beberapa bulan sebelum kejuaraan. Meski tergolong duet baru, keduanya mampu menunjukkan kerja sama luar biasa hingga finis terdepan dengan catatan waktu 41 menit 59,763 detik. Hasil tersebut membuat mereka mengungguli pasangan tuan rumah Thailand yang harus puas berada di posisi kedua.

Duet Baru yang Langsung Menghasilkan Medali Emas

Dalam cabang para cycling kategori B, atlet dengan gangguan penglihatan didampingi seorang pilot yang bertugas mengarahkan laju sepeda tandem. Kekompakan menjadi faktor utama dalam menentukan hasil akhir.

Meski baru dipasangkan sejak Agustus 2025, Nurfendi dan Mufti mampu membangun chemistry dengan sangat cepat. Kepercayaan, komunikasi, serta latihan intensif membuahkan hasil ketika keduanya tampil nyaris tanpa kesalahan sepanjang lintasan balap.

Catatan waktu 41 menit 59,763 detik memastikan Indonesia berdiri di podium tertinggi sekaligus mengamankan emas pertama pada hari pembukaan perebutan medali.

Membuka Jalan Kesuksesan Kontingen Indonesia

Emas dari Nurfendi memiliki arti yang sangat penting. Selain menjadi medali emas pertama Indonesia di ASEAN Para Games 2025, kemenangan tersebut juga memberikan suntikan motivasi bagi seluruh atlet Merah Putih yang bertanding di berbagai cabang olahraga.

Pelatih tim para balap sepeda Indonesia mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Hasil ini bahkan disebut melampaui target awal karena nomor tersebut sebelumnya bukan menjadi nomor yang paling diunggulkan.

Momentum emas pertama itu kemudian menjadi pembuka perjalanan Indonesia yang akhirnya berhasil mengumpulkan 135 medali emas, melampaui target awal sebanyak 82 emas dan menutup kompetisi sebagai runner-up klasemen umum ASEAN Para Games 2025.

Konsistensi Nurfendi Menghadapi Persaingan Ketat

Persaingan pada nomor Men's Time Trial B berlangsung sengit karena Thailand turun sebagai salah satu kekuatan utama di nomor tersebut. Bermain di hadapan publik sendiri membuat wakil tuan rumah tampil penuh percaya diri.

Namun, Nurfendi dan Mufti mampu menjaga ritme sejak awal lomba. Kecepatan yang stabil dan koordinasi yang solid membuat pasangan Indonesia terus memimpin hingga garis finis. Selisih waktu lebih dari 10 detik atas pasangan Thailand menjadi bukti dominasi mereka di nomor ini.

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan perkembangan signifikan cabang para balap sepeda Indonesia yang terus menghasilkan atlet-atlet kompetitif di ajang internasional.

Bukti Kekuatan Indonesia di Cabang Para Cycling

Keberhasilan Nurfendi tidak hanya menghadirkan kebanggaan secara individu, tetapi juga memperkuat reputasi Indonesia sebagai salah satu kekuatan para cycling di kawasan Asia Tenggara.

Dalam ajang ASEAN Para Games 2025, cabang balap sepeda menjadi salah satu penyumbang medali penting bagi kontingen Merah Putih. Kesuksesan tersebut lahir dari pembinaan atlet yang berkelanjutan, dukungan pelatih, hingga persiapan matang sebelum bertanding.

Emas pertama yang dipersembahkan Nurfendi menjadi simbol bahwa perjuangan Indonesia dimulai dengan langkah yang tepat. Dari lintasan balap di Thailand, ia membuktikan bahwa semangat pantang menyerah dan kerja sama mampu menghasilkan prestasi yang mengharumkan nama bangsa.

Prestasi tersebut juga menjadi inspirasi bagi generasi muda penyandang disabilitas untuk terus mengejar mimpi di dunia olahraga. Dengan dedikasi, latihan, dan dukungan yang tepat, keterbatasan bukanlah penghalang untuk berdiri di podium tertinggi dan mengibarkan Merah Putih di panggung internasional.

Ikuti terus update seputar dunia sports di sini!