Terkini
Menang 11-3 atas Thailand, Tim Boccia Indonesia Tutup Asian Para Games dengan Emas Grand Final Bagus Dyah Cilik Kabupaten Magetan 2026 Apresiasi Calon Generasi Unggul, Voting Favorit Bersama Kreen Indonesia Malam Puncak Queen Culture Indonesia & Little Queen Indonesia 2026 Tampilkan Budaya dan Bakat Terbaik, Dukungan Favorit Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Miss Batik Mahakarya 2026 Rayakan Pesona Batik dan Budaya Nusantara, Grand Final Berlangsung Meriah Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Semangat Generasi Muda di Panggung Grand Final Bujang Dara Lamandau 2026, Masyarakat Beri Dukungan Favorit Bersama Kreen Indonesia Profil Mia Dio, Miss Universe Kuba 2026 yang Inspiratif Jadwal Miss Charm 2026 di Vietnam, Gisela Siap Berlaga Afrizal Syafa dan Gischa Zayana, Dua Gaya Atlet Boccia Indonesia Menang 11-3 atas Thailand, Tim Boccia Indonesia Tutup Asian Para Games dengan Emas Grand Final Bagus Dyah Cilik Kabupaten Magetan 2026 Apresiasi Calon Generasi Unggul, Voting Favorit Bersama Kreen Indonesia Malam Puncak Queen Culture Indonesia & Little Queen Indonesia 2026 Tampilkan Budaya dan Bakat Terbaik, Dukungan Favorit Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Miss Batik Mahakarya 2026 Rayakan Pesona Batik dan Budaya Nusantara, Grand Final Berlangsung Meriah Bersama Voting Digital Kreen Indonesia Semangat Generasi Muda di Panggung Grand Final Bujang Dara Lamandau 2026, Masyarakat Beri Dukungan Favorit Bersama Kreen Indonesia Profil Mia Dio, Miss Universe Kuba 2026 yang Inspiratif Jadwal Miss Charm 2026 di Vietnam, Gisela Siap Berlaga Afrizal Syafa dan Gischa Zayana, Dua Gaya Atlet Boccia Indonesia
Kreen Media
Pageant News

Oleh Gadis Alila Kuncoro, 21 tahun - Miss Hijab Indonesia 2025

K
Kreen Media
09 December 2025 1 menit baca
Oleh Gadis Alila Kuncoro, 21 tahun - Miss Hijab Indonesia 2025

Miss Hijab Indonesia bagi saya bukan sekadar ajang kompetisi. Ini adalah ruang yang memberikan kesempatan bagi perempuan berhijab di Indonesia untuk menunjukkan potensi terbaiknya, bukan hanya dalam penampilan, tetapi juga dalam karakter, wawasan, dan kontribusi sosial.

Nilai-nilai utama Miss Hijab Indonesia, yaitu Manner, Integrity, Smart, and Sholehah, menjadi fondasi penting yang saya yakini mampu membentuk perempuan muslimah yang percaya diri sekaligus bermanfaat bagi lingkungannya. Melalui ajang ini, saya melihat sebuah kesempatan untuk menghadirkan narasi baru, bahwa perempuan berhijab dapat tampil elegan,, cerdas, dan memiliki misi sosial yang jelas.

Sebagai Mahasiswa S1 Teknik Industri Universitas Indonesia, dunia kampus mengajarkan saya tentang kepemimpinan, kerja sama, serta keberanian untuk mengambil peran. Saya pernah dipercaya menjadi Wakil Kepala Bidang di himpunan Teknik Industri UI, kemudian menjadi Asisten Laboratorium Statistic and Quality Engineering, hingga akhirnya diamanahi sebagai Koordinator Asisten Lab SQE UI.

Berbagai pengalaman ini membentuk cara saya berpikir terstruktur, kritis, dan penuh tanggung jawab, dan menjadi bekal penting ketika saya melangkah ke perjalanan Miss Hijab Indonesia.

Salah satu latar belakang yang bermakna dalam proses ini adalah ketika saya menjadi Awardee Beasiswa Unggulan 2023. Dari pencapaian ini saya menyadari bahwa banyak pelajar Indonesia yang memiliki potensi luar biasa, namun belum memiliki akses atau informasi tentang peluang beasiswa, banyak dari mereka yang mampu, namun tidak tahu harus mulai dari mana. Berangkat dari kepedulian tersebut, saya mendirikan advokasi pendidikan bernama ScholarZip (@scholar.zip_id).

Melalui ScholarZip, saya menginisiasi berbagai kegiatan seperti talkshow dan seminar yang menghadirkan para awardee beasiswa di Indonesia, dengan harapan semakin banyak pelajar Indonesia yang mendapatkan informasi, tips, dan motivasi untuk meraih peluang yang sama. Advokasi ini menjadi bukti bahwa langkah kecil yang dilakukan dengan konsisten dapat membuka pintu yang lebih besar bagi orang lain. 

Dalam mempersiapkan diri menuju Miss Hijab Indonesia, saya juga menghabiskan banyak waktu untuk memperdalam isu-isu terkait perempuan, pendidikan, dan sosial, tiga pilar yang menjadi core value Miss Hijab Indonesia.

Saya berusaha membaca kajian ilmiah, jurnal, laporan resmi, serta melakukan verifikasi terhadap berbagai informasi yang saya temui. Saya ingin hadir bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai representatif yang memahami konteks dan membawa visi yang jelas, terutama sebagai perwakilan dari daerah yang saya cintai, DKI Jakarta. 

Saya ingin menunjukkan bahwa perempuan berhijab di dunia STEM juga memiliki peran strategis dalam masyarakat dan mampu tampil sebagai pembawa perubahan.

Namun, seluruh proses ini tidak terlepas dari perjuangan batin. Sebagai seseorang yang baru pertama kali memasuki dunia pageant, tantangan terbesar saya bukanlah kompetisinya, melainkan melawan rasa takut dan keraguan dalam diri.

Saya belajar bahwa keberanian tidak datang begitu saja, ia lahir dari proses panjang berupa tindakan, latihan, membaca, memperdalam wawasan, dan berulang kali mendorong diri keluar dari zona nyaman. Setiap langkah kecil membuat saya semakin yakin bahwa saya pantas berada di panggung ini.

Yang tidak kalah penting, perjalanan saya selalu diiringi oleh doa dan tawakal. Saya memahami bahwa usaha yang baik harus disertai dengan berserah kepada Allah SWT. Menjelang kompetisi, saya meminta doa dan restu dari orang tua, nenek, dan orang-orang
tercinta di sekitar saya. Dukungan mereka adalah kekuatan besar yang membuat saya merasa tenang, yakin, dan dilindungi. Saya percaya bahwa selama kita bergerak dengan niat yang benar, Allah akan memudahkan jalannya.

Pada akhirnya, perjalanan saya menuju Miss Hijab Indonesia bukan hanya tentang pencapaian pribadi. Ini adalah tentang pendidikan yang membuka kesempatan, tentang perempuan berhijab yang mampu berdiri dengan integritas, tentang keberanian untuk melangkah, dan tentang keyakinan penuh kepada Allah SWT. 

Saya berharap perjalanan ini dapat menginspirasi lebih banyak perempuan Indonesia untuk berani bermimpi, mengambil peran, dan menunjukkan bahwa diri mereka memiliki nilai dan kekuatan yang luar biasa.